Pages

Minggu, 03 November 2013

Jangan sampai hatimu tertawan oleh syahwat


seorang sufi kehilangan anaknya hingga tiga hari tidak ada kabar beritanya, maka ada orang berkata kepadanya ; Mangapa Engkau tidak minta kepada Allah supaya mengembalikan anak itu kepadamu ? Jawabnya ; tantanganku terhadap putusan  Allah akan lebih berat bagiku daripada hilangnya anak.

Abu Sulaiman Addarany ra berkata :
Allah telah mewahyukan kepada Nabi Daud as ; Sesunggunya Aku menjadikan itu syahwak hanya untuk orang-orang yang lemah dari para hambaKu, karena itu awaslah jangan sampai hatimu tertawan oleh syahwat itu, maka seringan-r
ingan siksa untuknya ialah aku cabut manisnya rasa cinta kepadaKu dari dalam hatimu.

Dalam sebagian wahyu Allah kepada Nabi Daud as :
Hai Daud berpeganglah pada ajaranKu dan tahanlah nafsumu untuk kesenangan dirimu, jangan sampai engkau tertipu daripadanya niscaya engkau terhijab dari cintaKu, putuskan syahwatmu karena Aku, sebab Aku hanya memberikan syahwat itu untuk hambaKu yang lemah, untuk apakah orang-orang yang kuat akan memuaskan syahwat, padahal ia akan mengurangi kelezatan bermunajat kepadaKu, bahkan aku bersihkan ia daripadanya.
Hai Daud jangan engkau mengadakan antaraKu mabuk pada alam itu daripada cinta kepadaKu, mereka hanya perampok di tengah jalan terhadap hambaKu yang baru berjalan.

Usahakan untuk meninggalkan syahwat dengan banyak puasa. HHai Daud cintailah Aku dengan memusuhi hawa nafsumu dan tahanlah dari syahwatnya, niscaya engkau melihat kepadaku dan engkau akan dapat melihat yang terbuka antaraKu dengan engkau.

Ibrahim bin Adham ra berkata :
seorang tidak akan mencapai derajat orang salihin, sehingga melalui enam rintangan :
1. Menutup pintu kemuliaan, membuka pintu kehinaan.
2. Menutup pintu nikmat, membuka pintu kesukaran.
3. Menutup pintu istirahat, membuka pintu perjuangan.
4. Menutup pintu tidur, membuka pintu jaga.
5. Menutuk pintu kekayaan, membuka pintu kemiskinan.
6. Menutup pintu harapan, membuka pintu bersiap menghadapi maut.

Ibrahim Al-Khawaash ra berkata :
Ketika saya di tengah perjalanan tiba-tiba merasa lapar, kemudian ke kota Array, maka berkata dalam hati ; di sini saya banyak sahabat, maka jika saya bertemu tentu mereka akan menjamu saya, maka ketika telah masuk kota tiba-tiba saya melihat perbuatan munkar yang mana saya merasa berkewajiban harus nahi munkar.
Tiba-tiba saya ditangkap dan dipukuli oleh orang-orang. Sehingga bertanya dalam hati ; Mengapa saya dipukuli orang padahal saya ini lapar.
Tiba-tiba di ingatkan dalam hatiku ; Engkau mendapat hukuman itu karena kau mengharap dijamu oleh sahabat-sahabatmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Contact

Contact

About